Senin, 28 Mei 2012

KASUS MINI 16-1
Harga Penjualan Ekspor State Manufacturing
State Manufacturing Company, sebuah produsen alat-alat pertanian, baru saja menerima permintaan  dari sebuah distributor besar di Italia. Jumlah yang harganya diinginkan oleh distributor adalah cukup besar sehingga Jim Mason, manager penjualannya, merasa harus menanggapinya. Ia mengatahui permintaan itu asli, karena ia telah menghubungi dua perusahaan yang dikatakan distributor mewakilinya, dan keduanya telah meyakinkannya bahwa perusahaan Italia itu serius. Ia membayar rekeningnya secara teratur tanpa masalah. Kedua perusahaan menjual kepada perusahaan itu atas syarat rekening terbuka (open account).
Permasalahannya Mason ialah bahwa ia tidak pernah menghitung suatu penjualan untuk ekspor sebelumnya. Cetusan hatinya yang pertama ialah mengambil haga pabrik FOB reguler dan menambahkan biaya pengemasan ekspor yang ekstra berat ditambah ongkos angkut da darat ke pelabuhan AS terdekat. Harga ini seharusnya memungkinkan perusahaan itu memperoleh keuntungan jika ia menghitung harga FAS pelabuhan keluar.
Akan tetapi, syarat-syarat penjualan itu membuatnya bosan. Manajer ekspedisi telah memanggil foreign freight forwarders untuk mempelajari frekuensi pelayaran ke Italia , dan selama percakapan itu ia telah menyarankan kepada manajer ekspedisi bahwa ia mungkin sanggup membantu Mason. Ketika Mason memanggilnya, ia mengetahui bahwa karena persaingan, banyak perusahaan seperti State Manufacturing menghitung CIF pelabuhan di luar negeri sebagai suatu yang menguntungkan bagi importir. Dia menyarankan kepadanya syarat-syarat pembayaran apa yang harus dicantumkan, dan ia menjawab bahwa manajer kreditnya telah menyarankan suatu latter of credit yang confirmed dan irrevocable untuk memastikan penerimaan pembayaran untuk penjualan itu. Ia mengakui bahwa distributor tersebut, bagaimanapun juga, telah meminta pembayaran atas wesel berjangka 90 hari.
Foreign Freight Forwaders itu mendesak Mason agar mempertimbangkan untuk menghitung CIF, pelabuhan masuk di Italia dengan pembayaran seperti yang diminta oleh distributor tersebut supaya lebih bersaing. Ia menginformasikan kepadanya bahwa ia dapat memperoleh asuransi untuk melindungi perusahaannya terhadap risiko dagang. Untuk membantunya menghitung CIF, dia menawarkan untuk memberinya berbagai beban biaya jika ia dapat mengatakan kepadanya berat dan nilai pengiriman FOB pabriknya. Ia menjawab bahwa harga totalnya adalah $21.500 dan bahwa berat bruto, termasuk peti kemas adalah $3.629 kilo.
    Dua jam kemudian, dia memanggilnya untuk memberikan biaya sebagai berikut: 
  •   Pengisiaan ke peti kemas $200,00
  •  Angkutan didarat dikurangi penanganan 798,00
  • Forwarding dan dokumentasi (surat-surat) 90,00  
  • Angkutan samudra 2.63,00
  •   Asuransi risiko dagang  105,00
  •             Asuransi laut – total barang 167,15
    1 – 5 x 1,1 = $27.858,60 dengan 60 sen/$ 100
    Selama waktu itu, Mason telah berpikir tentag persaingan. Dapatkah ia menurunkan harga FOB untuk penjualan ekspor? Ia melihat keangka-angka biaya. Pengeluaran penjualan mencapai 20% dari harga penjualan. Tidak dapatkah ini dikurangi atas pesanan luar negeri? Penelitian dan pengembangan mencapai 10%. Apakah ini sebaiknya dibebankan? Biaya periklanan dan promosi mencapai 10 % lagi. Bagaimana dengan ini? Karena ini merupakan sebuah permintaan yang tidak diharapkan, maka tidak ada biaya penjualan untuk penjualam ini kecuali untuk waktu dan skretarisnya. Mason merasa bahwa tidak ada gunanya menghitung waktu ini.
    Jika anda adalah Jim Mason, bagaimana anda akan menghitung CIF pelabuhan masuk?
    Cara menghitung CIF pelabuhan masuk 
  •  Cost (C) harga barang = $21.500,00
  •  Isurance (I) asuransi    = $105,00
  •  Asuransi risiko dagang   =$105,00
  •  Asuransi laut                      =$167,15+
                                                        
    $272,15
    Freight (F) ongkos kirim =
    1. Pengisiaan ke peti kemas                       $200,00
    2.  Angkutan didarat dikurangi penanganan  798,00   
    3.  Forwarding dan dokumentasi (surat-surat) 90,00  
    4.        Angkutan samudra                               2.633,00+
                                                                         $3.72,100
      CIF = COST + ISURANCE + FREIGHT
                   = $21.500,00 + $272,15 + $3.72,100
                   =$25.493,15
           Nilai Terkena Pajak = $25.493,15 - $50
                                    = $25.443,15
      PPN = 10 % x (Bea Masuk +Nilai Kena Pajak)
               = 10% ($0+ $25.443,15) = $ 2.544,3
      PPh = 7.5% x ( Bea Masuk +Nilai Kena Pajak)
             = 7.5% x ($0+$25.443,15)=$1908.2
      Jadi total pajak harus dibayar $4452.5


                                                     

                                     

Selasa, 10 April 2012

Privatisasi Perusahaan

Privatisasi Perusahaan
Kasus: Anda seoerang eksekutif perusahaan milik negara yang baru saja dinasionalisasi dengan menjual sahamnya kepada karyawan perusahaan tersebut. Sebelum keputusan tentang kebijakan perusahaan dikeluarkan, harus diperoleh persetujuan dari pemerintah terlebih dahulu. Bagaimanakah upah dan gaji karyawan, apakah disesuaikan dengan gaji pegawai negeri dan tidak diberi insentif? Pemeliharaan pabrik dan peralatan sangat buruk. Kerusakan mesin sering terjadi dan biaya perbaikannya mahal. Beban utilitas sangat tinggi.
Agar privatisasi tersebit berjalan dengan sukses, berikan saran dan program yang akan anda laksanakan!
Sebelumnya saya akan menjelaskan tentang Privatisasi (istilah lain: denasionalisasi) adalah proses pengalihan kepemilikan dari milik umum menjadi milik pribadi . Lawan dari privatisasi adalah nasionalisasi. Privatisasi mengandung makna sebagai berikut:
• Perubahan peranan Pemerintah dari peran sebagai pemilik dan pelaksana menjadi regulator dan promotor dari kebijakan, serta penetapan sasaran baik nasional maupun sektoral.
• Para manajer selanjutnya akan bertanggung jawab kepada pemilik baru. Diharapkan pemilik baru akan mengejar pencapaian sasaran perusahaan dalam kerangka regulasi perdagangan, persaingan, keselamatan kerja dan peraturan.
Jika saya seorang eksekutif dihadapkan mengenai upah dan gaji karyawan, apakah disesuaikan dengan gaji pegawai negeri dan tidak diberi insentif? Yang saya lakukan adalah memberikan upah dan gaji sesuai dengan UMR tempat perusahaan berada karena perusahaan tetap harus mematuhi peraturan yang berlaku dan tidak perlu disesuaikan dengan pegawai negeri, namun sesuai ketetapan pemerintahan ditempat tersebut insentif juga perlu diberikan kepada karyawan yang berprestasi agar bekerja lebih bersemangat , disiplin dan kreatif yang akan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.
Kemudian masalah pemeliharaan pabrik dan peralatan sangat buruk pertama-tama kita mengajak karyawan untuk bersama-sama menjaga dan menggunakan mesin dengan baik dan memberikan pelatihan mengenai pengoperasian mesin agar mengurangi kecelakaan dalam bekerja. Mesin-mesin yang sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi terpakasa dijual untuk menambah biaya pembelian mesin baru yang lebih modern dan canggih atau perusahaan melakukan sewa mesin agar dapat menghemat pengeluaran tersebut. Akirnya karyawan dapat bekerja secara maksimal tidak perlu kawatir keselamatan mereka di dalam bekerja.
Dengan demikian, ada hubungan timbal balik yang menguntungkan antara perusahaan dan karyawannya sehingga dengan privatisasi diharapkan tujuan perusahaan dapat tercapai secara perlahan perusahaan dapat berkembang lebih baik lagi.

Kamis, 05 Januari 2012

Analisis Laporan Arus Kas

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS
Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus dapat segera diubah menjadi kas dalam jumlah yang diketahui tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan. Karenanya, suatu investasi baru dapat memenuhi syarat sebagau setara kas hanya segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya.
Jadi tidak semua investasi jangka pendek dikelompokkan sebagai setara kas. Hal ini tergantung pada kebijakan keuangan yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan. Suatu perusahaan harus memiliki kebijakan yang jelas dalam menentukan perkiraaan-perkiraan apa saja yang termasuk dan tidak termasuk adalam katagori sebagai setara kas, dan kebijakan ini harus diungkapkan dalan catatan atas laporan keuangan perusahaan serta harus dijalankan secara konsisten dari waktu ke waktu.
 Pengertian Laporan Kas
Definisi arus kas menurut PSAK No. 2 adalah : “Arus masuk dan keluar kas atau setara kas”. (1995:2.3). Para Praktisi dibidang akuntansi sebenarnya telah lama menggunakan variasi dari laporan arus kas. Adapun nama-nama yang dimaksud adalah laporan sumber dan laporan perubahan posisi keuangan.
Laporan arus kas yang tercakup dalam laporan tahunan, memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar kas dan setara kas. Lebih lanjut, menganalisa semua perubahan yang mempengaruhi kas dan setara kas dalam kategori operasi, investasi dan pendanaan dari suatu perusahaan selama suatu periode dalam format yang merekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir kas dan setara kas.
Tujuan Laporan Kas
Tujuan analisis sangat tergantung pada pengguna laporan keuangan, misalnya kreditor melakukan analisis untuk mengetahui kemampuan peminjam membayar bunga dan pokok pinjaman. Investor berusaha untuk memperkirakan arus pendapatan perusahaan di masa yang akan datang, untuk menetapkan harga beli atau harga jual sekuritas yang dimilikinya, manajmen perusahaan harus melakukan analisis untuk menjawab hal yang sama dengan apa yang diinginkan oleh investor dan kreditor karena jika tidak sama manajemen akan mengalami kesulitan memperoleh dana jika kedua pihak tidak puas dengan prestasi perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus memfokuskan untuk menganalisa prestasi, kelemahan dan kekuatan perusahaan serta perubahan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi dimasa yang akan datang.
Untuk melakukan analisis ini selain dibutuhkan data laporan arus kas juga dibutuhkan data dari seluruh laporan keuangan serta data tambahan lainnya. Analisis laporan arus kas dilakukan dengan teknik analisis seperti yang telah diutarakan diatas. Agar lebih bermanfaat hasil dari ketiga teknik tersebut harus di interpretasikan dengan menggunakan data tambahan mengenai perusahaan, seperti kondisi ekonomi, kebijaksanaan, strategi perusahaan dan hal-hal lain yang dapat untuk mengukur kinerja perusahaan. Pada analisis laporan arus kas ini dapat memberikan informasi mengenai:
1) Perkiraan akan kondisi arus kas dimasa yang akan datang.
2) Kualitas laba dan kemampuan mempertahankan operasi dimasa yang akan datang.
3) Kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan baik ditinjau dari kondisi likuiditas, solvabilitas, flexibilitas, sufficiency dan efficiency perusahaan.

Penyajian Laporan Kas
Karakteristik transaksi dan kejadian lain dari setiap jenis aktifitas-aktifitas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Aktifitas Operasi
2. Aktifitas Investasi
3. Aktifitas Pendanaan
 perusahaan diwajibkan untuk melaporkan arus kas dari aktifitas operasi dengan menggunakan salah satu metode dibawah ini :
1. Metode Langsung
Metode langsung mengungkapkan kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto. Dalam metode ini setiap perkiraan yang berbasis akrual pada laporan laba rugi diubah menjadi perkiraan pendapatan dan pengeluaran kas sehingga menggambarkan penerimaan dan pembayaran aktual dari kas. Jadi, metode langsung memfokuskan pada arus kas daripada laba bersih akrual, oleh karena itu dianggap lebih informatif dan terperinci.
2. Metode Tidak Langsung
Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi dari masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.
Jadi pada dasarnya metode tidak langsung ini merupakan rekonsiliasi laba bersih yang diperoleh perusahaan. Metode ini memberikan suatu rangkaian hubungan antara laporan arus kas dengan laporan laba rugi dan neraca.
Beberapa peralatan dasar yang digunakan dalam analisis laporan keuangan dijabarkan lebih lanjut oleh Harahap (1998:217) sebagai berikut :
1) Analisis Perbandingan
Dalam analisis perbandingan, informasi yang sama disajikan untuk dua atau lebih tanggal atau periode yang berbeda sehingga pos-pos yang serupa dapat diperbandingkan.
2) Analisis Persentase
Metode ini merupakan metode analisis yang menyajikan laporan keuangan dalam bentuk presentasi. Laporan keuangan presentatif berguna dalam analisis struktur internal laporan keuangan, karena dalam laporan keuangan presentatif menyatakan proporsional dari setiap pos laporan keuangan dalam suatu periode tertentu terhadap angka dasar.
3) Metode Index time Series
Dalam metode ini dihitung indeks dan digunakan untuk mengkonversi angka-angka laporan keuangan. Biasanya ditetapkan tahun dasar yang diberi indeks 100. Beranjak dari tahun dasar ini maka dibuat indeks tahun-tahun lainnya sehingga dapat dibaca dengan mudah perkembangan angka-angka laporan keuangan tersebut pada periode yang lain.
4) Analisis Rasio
Analisis rasio keuangan adalah perbandingan antara pos-pos tertentu dalam laporan keuangan dengan pos lain yang memiliki hubungan yang signifikan. Analisis rasio keuangan berguna untuk menentukan kesehatan atau kinerja keuangan suatu perusahaan. Adapun jenis-jenis rasio keuangan yang umum diperkenalkan dalam kebanyakan literatur dan yang sering digunakan adalah rasio likuiditas, solvabilitas, aktifitas dan profitabilitas. Rasio-rasio tersebut kemudian dibandingkan dengan rasio-rasio perusahaan itu sendiri selama beberapa periode untuk menilai perkembangan perusahaan tersebut. Selain itu dapat dibandingkan dengan rasio-rasio dari beberapa perusahaan yang sejenis untuk menilai kinerja perusahaan, apakah perusahaan berada diatas, sama, atau dibawah rata-rata industri.
5) Evaluasi Kinerja Perusahaan
Laporan arus kas dapat membantu para pemakainya untuk melihat bagaimana saldo kas dan setara kas dalam neraca perusahaan berubah dari awal hingga akhir periode akuntansi dan apa artinya perubahan tersebut bagi perusahaan, apakah menunjukkan prestasi positif atau negatif.
6) Analisis Rasio Arus Kas
Analisis laporan arus kas menurut Plewa dan Friedlob (1995:228), terdiri atas rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan pengeluaran modal serta rasio pengembalian kas.

Jumat, 23 Desember 2011

sistem keamanan dalam e-bisnis

Sitem Keamanan DalamE-Business
Dalam ekonomi baru, informasi sangat penting baik sebagai input dan output. Oleh karena itu informasi manajemen keamanan adalah prioritas tinggi. Sebaliknya, Internet, yang merupakan media utama untuk melakukan e-bisnis adalah dengan merancang suatu media tidak aman terbuka. Karena tujuan asli dari Internet tidak untuk tujuan komersial, tidak dirancang untuk menangani transaksi aman. Blog ini pertama menyajikan garis besar dan analisis kebutuhan keamanan bisnis online. Hal ini diikuti oleh evaluasi dari alat-alat saat ini dan praktek untuk memastikan keamanan e-bisnis . Karakteristik kunci dari pendekatan ini adalah bahwa hal itu adalah asuransi berbasis proses manajemen risiko yang meliputi infrastruktur informasi seluruh organisasi.
tujuan asli dari Internet adalah untuk memindahkan file antara komputer, untuk memungkinkan akses remote yang mudah ke komputer, dan untuk membangun redundansi ke dalam sistem terdistribusi bahwa penggunaannya untuk tujuan komersial telah berkembang pesat sejak perkembangan World Wide Web .
Ancaman Keamanan Umum dan Tujuan Keamanan E-Business
Jumlah ancaman hampir tak terhitung cara yang disetup e-bisnis dapat diserang oleh hacker, cracker dan orang tidak puas. Ancaman umum termasuk hacking, cracking, yang menyamar, menguping, dll.
Dalam melakukan e-bisnis, setiap organisasi harus dapat:
• positif mengidentifikasi atau mengkonfirmasi identitas dari pihak yang mereka hadapi di ujung lain dari transaksi
• menentukan bahwa kegiatan yang terlibat dalam oleh seorang individu atau mesin yang sepadan dengan tingkat otorisasi ditugaskan untuk individu atau mesin;
• mengkonfirmasi tindakan yang diambil oleh individu atau mesin dan dapat membuktikan kepada pihak ketiga bahwa entitas (orang atau mesin) ternyata memang melakukan tindakan;
• melindungi informasi dari yang diubah baik dalam penyimpanan atau dalam perjalanan;
• memastikan bahwa setiap komponen infrastruktur e-bisnis adalah tersedia saat dibutuhkan;
• mampu menghasilkan jejak audit untuk verifikasi transaksi.
Informasi kebijakan keamanan yang efektif harus memiliki enam tujuan sebagai berikut kerahasiaan; integritas; ketersediaan; penggunaan yang sah (identifikasi, otentikasi, dan otorisasi); audit atau ketertelusuran, dan non-repudiations. Jika tujuan tersebut dapat dicapai, itu akan meringankan sebagian besar masalah keamanan informasi.
Merancang Kebijakan Keamanan Komprehensif dan Sistematis
Sebuah kebijakan keamanan yang layak harus memiliki karakteristik sebagai berikut:
• Kebijakan ini harus jelas dan ringkas
• Kebijakan harus memiliki built-in insentif untuk memotivasi kepatuhan
• Kepatuhan harus diverifikasi dan dapat dilaksanakan
• Sistem harus memiliki kontrol yang baik untuk penggunaan yang sah: akses, otentikasi, dan otorisasi
• Harus ada cadangan rutin dari semua data penting
• Harus ada pemulihan bencana dan kelangsungan rencana bisnis

Batas untuk DSS: Mendukung Visi, Kreativitas dan Masa Depan Berpikir

Batas untuk DSS: Mendukung Visi, Kreativitas dan Masa Depan
Berpikir


Sebuah aplikasi berupa Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System) mulai dikembangkan pada tahun 1970. Decision Support Sistem (DSS) dengan didukung oleh sebuah sistem informasi berbasis komputer dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kinerjanya dalam pengambilan keputusan. Seorang manajer di suatu perusahaan dapat memecahkan masalah semi struktur, dimana manajer dan komputer harus bekerja sama sebagai tim pemecah masalah dalam memecahkan masalah yang berada di area semi struktur. DSS mendayagunakan resources individu-individu secara intelek dengan kemampuan komputer untuk meningkatkan kualitas keputusan.
Decision Support System dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.

Desain DSS menggabungkan visi sebagai persepsi cenderung mengarah ke:
• Sistem kurang fleksibel, dianggap usang oleh perubahan kecil dalam bisnis proses atau keputusan lingkungan yang tidak dapat diprediksi atau dicegah
• akurat analisis, menangkap persyaratan dan aturan karena tidak memadai praktisi keterampilan dan metode, atau karena suatu kesulitan yang intrinsik dalam mendefinisikan kebutuhan organisasi;
• sistem berbasis pada model logis yang mewakili bisnis saat ini proses pengambilan keputusan lingkungan, daripada skenario yang akan menguntungkan perusahaan di beberapa waktu mendatang, dan arah yang mungkin bergerak. Dua yang pertama masalah diakui, dan dapat dikoreksi oleh teknologi ditingkatkan dan keterampilan. Namun, ketiga membutuhkan metode yang akan menghubungkan pengembangan DSS dan visioner strategi untuk meramalkan masa depan lingkungan. Isu kunci, kemudian, untuk DSS adalah sejauh mana ini dapat dilakukan. Jika batas-batas DSS sehingga mereka tidak dapat mendukung visi atau kreativitas, maka DSS tidak akan pernah menjadi dukungan manajemen yang benar alat.
Jadi saya berpendapat bahwa DSS mencari tempat yang mendukung untuk para manajer senior. Untuk dapat memberikan bantuan dengan pengembangan visi. Agar sukses dalam lingkungan yang terstruktur, DSS digunakan oleh pengecer utama dalam mendukung berbagai tugas lebih lanjut.

Minggu, 06 November 2011

analisis laporan keuangan

Analisis laporan keuanagan

Analisis laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi di masa akan datang.

Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:
1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
5. Arus kas
Informasi diatas beserta informasi lain yang terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa datang khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.

Manfaat laporan keuangan adalah
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang dicapai oleh perusahaan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti jika diperbandingkan dan dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang dapat mendukung keputusan yang diambil. Menurut Statement of Financial Accounting Concept No. 1, tujuan dan manfaat laporan keuangan adalah:
1) Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang dapat membantu investor, kreditor dan pengguna lainnya yang potensial dalam membuat keputusan lain yang sejenis secara rasional.
2) Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang dapat membantu investor, kreditor, dan pengguna lain yang potensial dalam memperkirakan jumlah waktu dan ketidakpastian penerimaan kas di masa yang akan datang yang berasal dari pembagian deviden ataupun pembayaran bunga dan pendapatan dari penjualan.
3) Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan. Klaim atas sumber daya kepada perusahaan atau pemilik modal.
4) Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang prestasi perusahaan selama satu periode. Investor dan kreditor sering menggunakan informasi masa lalu untuk membantu menaksir prospek perusahaan.
Kelemahannya
1. Analisis laporan keuangan didasarkan pada laporan keuangan oleh karenanya kelemahan laporan keuangan harus selalu diingat agar kesimpulan dari analisis itu tidak salah.
2. Objek analisis laporan keuangan hanya laporan keuangan. Untuk menilai suatu laporan keuangan tidak cukup hanya dari angka-angka laporan keuangan. Kita juga harus melihat aspek lainnya seprti tujuan perusahaan, situasi ekonomi, situasi industri, gaya manajemen, budaya perusahaan dan budaya masyarakat.
3. Objek analisis adalah data histories yang menggambarkan masa laud an kondisi ini bisa berbeda dengan kondisi masa depan.
Kebaikannya

Laporan keuangan digunakan untuk menyajikan posisi keuangan suatu perusahaan untuk mengambil keputusan ekonomi yang diperlukan dan bermanfaat bagi sejumlah pemakai.
Peranan Pemeriksa Laporan Keuangan / Auditor
Misalnya peran Sebagai Pemecah Masalah
Temuan audit pada hakikatnya adalah masalah. Auditor intern harus mampu menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving) yang rasional.

Jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya terdiri:
1. Neraca: laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu menunjukkan posisi keuangan (aktiva, utang dan modal) pada saat tertentu. Tujuan neraca adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender (misalnya pada tanggal 31 Desember 200x)
2. Laporan laba rugi: suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu
3. Laporan saldo laba: menunjukkan perubahan laba ditahan selama periode tertentu.
4. Laporan arus kas: Menujukkan arus kas selama periode tertentu.
5. Catatan atas laporan keuangan: berisi rincian neraca dan laporan laba rugi, kebijakan akuntansi, dan lain sebagainya.